Select Page
Rambu

Rambu

Rabu tanggal 12 september 2018, SD Taruna Bakti telah mengawali sekaligus meresmikan GLS (Gerakan Literasi Sekolah) dengan nama “Rambu” (Raresep Maca Buku). Rambu adalah tanda / petunjuk bagi kita semua bahwa dengan membaca buku ilmu pengetahuan akan bertambah, wawasan juga semakin luas. Dengan Rambu menandakan bahwa siswa siswi SD Taruna Bakti raresep maca buku.

GLS ini  dilaksanakan secara readhaton yaitu membaca buku secara massal / bersama-sama di luar kelas. GLS ini akan dilaksanakan secara terus menerus sehingga menjadi budaya buat siswa dan siswi SD Taruna Bakti.

 Membaca buku dapat dilakukan di mana saja tanpa ada batasan waktu, di mana ada kesempatan mari kita membaca. Buku merupakan gudang ilmu maka kita harus membiasakan membuka dan membaca buku sehingga kita mengetahui isi dari buku tersebut. Dengan semangat literasi diharapkan seluruh siswa dan lulusan SD Taruna Bakti dapat menjadi orang yang berhasil, tidak hanya di Indonesia tetapi terkenal juga di dunia internasional. Dengan semangat literasi kita dapat mengetahui dan mengenal semua yang ada di dunia ini.

Ayo jadikan GLS sebagai budaya untuk mencapai cita-cita demi kemajuan Bangsa Indonesia. Semoga dengan kegiatan ini dapat mempercepat tumbuhnya kesadaran literasi.

 

 

DHARMA SANTI 2018

DHARMA SANTI 2018

Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun berdasarkan penanggalan Tahun Caka, yang dimulai pada tahun 79 SM. Hari Raya Nyepi bertepatan dengan Tahun Baru Caka. Sabtu, 1 September 2018 umat Hindu di  lingkungan Yayasan Taruna Bakti yang terdiri dari siswa, orangtua, dan guru merayakan Dharma Santi.  Dharma Santi dilaksanakan setelah semua rangkaian upacara Nyepi berakhir. Pelaksanaan Dharma Santi merupakan suatu upaya untuk meningkatkan sradha sesuai ajaran agama dan untuk memupuk hubungan sosial di lingkungan Yayasan Taruna Bakti.

Dalam sambutannya, Bapak I Wayan Suwastama, S.Ag selaku koordinator kegiatan dan guru Agama Hindu mengatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi misi Yayasan Taruna Bakti, yaitu menciptakan suasana lingkungan sekolah yang mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghormati.  Tema perayaan Dharma Santi kali ini  adalah “ Melalui Dharma Santi kita tingkatkan rasa persaudaraan dan persatuan dalam keberagaman”, oleh karena itu semoga Dharma Santi ini dapat memberikan kedamaian.

Rangkaian kegiatan Dharma Santi ini diisi dengan doa bersama, hiburan berupa penampilan tarian dan nyanyian dari siswa serta penyampaian Dharma Wacana oleh cendikiawan Hindu yaitu Bapak Dewa Bonha, M.Si.

Bapak Dewa Bonha sangat mengapresiasi perayaan Dharma Santi ini. Beliau mengingatkan, untuk senantiasa menjunjung sikap saling menghormati antarumat beragama.

Bapak Dewa Bonha menuturkan bahwa seseorang yang menghormati agama orang lain sesungguhnya dia telah mensucikan agamanya. Sedangkan seseorang yang menghina agama orang lain, sesungguhnya dia sedang menjelekkan agamanya sendiri. ****)))

 

 

Peringatan HUT RI ke-73 SD Taruna Bakti Bandung

Peringatan HUT RI ke-73 SD Taruna Bakti Bandung

BANDUNG, Untuk memperingati HUT RI ke-73  SD Taruna Bakti mengadakan kegiatan khusus untuk meningkatkan rasa nasionalisme siswa (16/8/2018). Kegiatan yang bertempat di lapangan sekolah Jln. L.L.R.E. Martadinata, Bandung, berlangsung dengan meriah. Menambah semaraknya peringatan peristiwa bersejarah ini, siswa dan guru serempak menggunakan pakaian merah dan putih.

Acara diawali dengan teatrikal drama yang diperankan oleh siswa dan guru. Sejenak, siswa diajak untuk menapaki sejarah perjuangan bangsa ketika merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, disampaikan ulasan tentang HUT RI ke-73 oleh perwakilan guru, Lina Julita, S.Pd. “Kita harus menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur membela kemerdekaan, proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia merupakan tonggak bersejarah yang tidak akan kita lupakan sampai akhir hayat sehingga selalu diperingati setiap tahunnya”, tutur Ibu Lina.

Proklamasi kemerdekaan, bukanlah suatu tujuan akhir dari perjuangan bangsa Indonesia namun merupakan alat untuk mencapai tujuan yang lebih jauh yaitu terciptanya masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila.

Ibu Lina menambahkan bahwa kemerdekaan yang telah dicapai  harus dipertahankan dan diisi oleh segenap rakyat Indonesia. Kini, Indonesia tidak lagi dijajah  oleh penjajah tapi oleh kemalasan. Kemalasan dapat membuat orang menjadi bodoh sehingga menimbulkan kemiskinan. Karena itu, mari kita hapus rasa malas tingkatkan semangat belajar dan bekerja untuk membangun negara Indonesia tercinta.

Selain teatrikal drama, diselenggarakan pula aneka lomba bagi seluruh siswa. Siswa sangat antusias mengikuti lomba  di antaranya balap kerupuk, balap kelereng, estafet bola, paduan suara, dan lomba memindahkan air menggunakan tangan.

Penguatan karakter siswa perlu diterapkan sejak dini sehingga setiap kegiatan sekolah haruslah bermakna bagi siswa. Kegiatan peringatan HUT RI merupakan sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, seperti yang tertuang dalam pendidikan karakter Bandung Masagi.

  

 

Video teatrikal drama yang diperankan oleh siswa dan guru SD Taruna Bakti :