Select Page

Senin, 15 Oktober 2018, SD Taruna Bakti menyelenggarakan kegiatan Hari Pangan Sedunia. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada siswa SD Taruna Bakti dan  semua pihak yang ada di lingkungan Yayasan Taruna  Bakti tentang bahan-bahan pangan yang ada di Indonesia. Kita wajib bersyukur karena negara Indonesia di anugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa bahan pangan yang sangat melimpah. 

Siswa SD Taruna Bakti Kelas 1 – 6 ditugaskan untuk membawa bahan pangan olahan dari singkong, kacang, jagung, kentang, dan beras. Selain bertujuan untuk memperkenalkan berbagai macam olahan pangan kepada siswa, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kebesamaan dan rasa syukur kita atas rezeki yang telah diberikan Tuhan.

Sejarah peringatan hari pangan sedunia berawal dari konferensi FAO ke-20, pada bulan November 1976 di Roma yang menghasilkan resolusi No. 179 mengenai World Food Day (Hari Pangan Sedunia). Pada konferesi FAO tersebut , Dr. Pal Romany (Menteri Pertanian dan Pangan Hongaria) memiliki peran penting karena beliaulah yang mengusulkan ide serta gagasan perayaan Hari Pangan Sedunia. Resolusi ini kemudian disetujui oleh 147 negara anggota FAO (Food and Agriculture Organization) termasuk Indonesia, yang memutuskan bahwa mulai tahun 1981 semua negara anggota FAO akan memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) setiap tanggal 16 Oktober.

Hari Pangan Sedunia diperingati dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian penduduk dunia akan pentingnya penanganan masalah pangan baik nasional, regional maupun global. Penyelenggaraan peringatan Hari Pangan Sedunia merupakan hal yang wajib karena keikutsertaan Indonesia sebagai anggota FAO.